LAPORAN HASIL INVESTIGASI KLB KERACUNAN MAKANAN DI POSKO PPLT MAHASISWA UNTAD KOTA PALU TAHUN 2011*

I. Pendahuluan

Latar  Belakang

Keracunan makanan (food poisoning) digunakan secara luas untuk semua penyakit yang disebabkan oleh masuknya makanan yang mengandung toksin. Pada penyakit yang diakibatkan oleh keracunan makanan, gejala yang terjadi tak lama setelah menelan bahan beracun bersama dengan makanan/minuman tersebut (Manik, 2003).

KLB penyakit akibat makanan dikenali dengan munculnya sejumlah penderita yang biasanya terjadi dalam waktu yang singkat dengan periode waktu yang sangat bervariasi (beberapa jam sampai dengan beberapa minggu) setelah mengkonsumsi sesuatu makanan, pada umumnya terjadi pada orang yang mengkonsumsi makanan bersama-sama. Ketepatan dan kecepatan dalam penanganan terhadap penderita dan kecepatan dalam melakukan pemeriksaan laboratorium merupakan hal yang paling penting untuk mendapatkan kepastian penyebab terjadinya keracunan tersebut (Chin, 2000).

Pada tanggal 7 Januari  2011, Dinas Kesehatan Kota Palu menerima laporan secara lisan dari petugas surveilans Puskesmas Mamboro mengenai adanya kasus keracunan makanan yang menimpa mahasiswa PPLT Untad di    Kelurahan Mamboro  sejumlah 6  orang dengan gejala mual, sakit perut , diare,  dan sakit kepala dengan selang waktu 30 menit  –  beberapa jam setelah mengkonsumsi air minum isi ulang.

Berdasarkan uraian tersebut diatas  Tim Gerak Cepat penanggulangan KLB  Dinas Kesehatan Kota Palu dan Puskesmas  Mamboro segera melakukan konfirmasi dan penyelidikan di lapangan untuk selanjutnya melaporkan keadaan tersebut ke Dinas Kesehatan propinsi Sulawesi Tengah.

B. Tujuan

Tujuan Umum

Untuk mengetahui besarnya masalah keracunan makanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap Kejadian Luar Biasa , sehingga dapat dirumuskan saran untuk menghindari kejadian serupa.

Tujuan Khusus

  1. Memastikan diagnosis
  2. Menetapkan kepastian adanya KLB
  3. Mengidentifikasi makanan yang diduga menjadi penyebab KLB.
  4. Mengetahui karakteristik penderita kasus korban keracunan menurut orang (person), tempat (place) dan waktu (time).
  5. Mengetahui penyebab keracunan (causative agent) dan sumber dari penyebab (reservoir).
  6. Menetapkan saran untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa dikemudian hari.

II.  Hasil  investigasi

A.  Kronologis Kejadian

Pada hari kamis tanggal 6 Januari  2011 di Posko PPLT Mahasiswa Untad di Kelurahan Mamboro, waktu sore hari mereka kehabisan air minum, saat itu tidak ada kendaraan roda dua untuk pergi membeli air minum isi ulang di tempat mereka biasa membeli. Karena air minum sudah sangat dibutuhkan sekitar jam 15.00 sore salah satu dari mahasiswa tersebut membeli air minum isi ulang di depot air minum isi ulang (AMIU) depan posko dan diisi di dispenser, setengah jam kemudiam  mereka minum air tersebut dan ada juga yang bikin kopi dengan menggunakan air tersebut (air panas).

Selang 30 menit kemudian salah satu dari mereka yang minum air tersebut   merasakan mual dan sakit kepala dan beberapa jam selanjutnya disusul dengan keluhan yang hampir sama serta ada yang diare yaitu pada salah satu pemilik rumah yang dijadikan posko PPLT. Keesokan harinya 4 orang dari 6 yang sakit  dirujuk ke puskesmas mamboro untuk mendapat pengobatan lebih lanjut dan 2 orang lagi berobat pulang kerumah masing-masing.  Hasil penyelidikan lebih lanjut diperoleh bahwa penderita yang mengalami gejala yang lebih berat yaitu ibu pemilik rumah ternyata dia yang paling banyak/sering minum air tersebut.  Dari 7 orang yang minum air tersebut satu orang tidak mengalami sakit,  ternyata dia minum air  yang panas untuk dibuat minuman kopi.

Dalam  penyelidikan kasus keracunan ini tidak diarahkan  kecurigaan pada makanan  karena mereka tidak ada makan makanan yang sama pada saat itu, mereka makan sendiri –sendiri menurut selera masing-masing dan cuma air yang mereka minum yang sama yaitu air minum isi ulang yang diisi di dispenser.

  1. Gejala klinis

Hasil pendataan yang dilakukan terhadap 6 kasus keracunan  digambarkan pada tabel berikut ini :

Tabel 1.Distribusi frekuensi gejala KLB Keracuanan Makanan di   Posko PPLT Mahasiswa Untad Kelurahan  Mamboro, Kec Palu Utara , Kota Palu Tahun 2011

Gejala

Jumlah

Persentase (%)

Mual

6

100

Sakit Kepala

4

66,7

Sakit sakit Perut

2

33,4

Diare

1

16,7

N = 6   orang

Dari tabel diatas terdapat gejala dengan frekuensi tertinggi pada penderita adalah mual sebanyak 100% dan disusul dengan   sakit kepala, sakit perut disertai dan diare.  Gejala tersebut ternyata merupakan gejala umum dari setiap keracunan makanan/minuman.  Dengan mengambil gejala dominan adalah mual  maka beberapa penyebab yang mungkin menyebabkan keracunan adalah :  Keracunan Kadmium, Keracunan Tembaga, Keracunan Nitrit, Keracuanan Bacillus cereus, Keracunan staphylococcus.

B.    Penetapan KLB

Menurut Depkes (1991), KLB keracunan makanan adalah terjadinya peristiwa kesakitan/kematian dimana dua orang atau lebih mengalami gejala-gejala yang sama atau hampir sama dan biasanya mempunyai hubungan satu sama lainnya dalam faktor waktu, tempat dan orang diantara penderita-penderita tersebut. Berdasarkan pengertian tersebut maka kejadian ini termasuk dalam kriteria Kejadian Luar Biasa.

C.    Mengidentifikasi jenis makanan yang menyebabkan keracunan.

Hasil wawancara diperoleh bahwa yang sakit adalah semua yang mengkomsumsi air minum  isi ulang yang dibeli di depot air minum di depan posko.

D.    Diskripsi KLB

1. Distribusi menurut orang

a. Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil penyelidikan dilapangan yang sakit adalah semuanya berjenis kelamin perempuan sebanyak 6 orang.

b. Umur

Tabel 2.Distribusi Kasus Hasil Investigasi Lapangan Menurut Gol Umur  Pada KLB Keracunan Makanan di Posko PPLT Mahasiswa Untad Kelurahan Mamboro,Kec Palu Utara, Kota Palu Tahun 2011.

Kelompok Umur

Jumlah yg sakit

Persentase

1 – 4  tahun

0

0

5 – 9 tahun

0

0

10 – 14 tahun

0

0

15 – 44 tahun

5

83,4

45 – 55 tahun

1

16,6

> 65 th

0

0

N=  6 orang

Tabel diatas menunjukkan penderita keracunan keseluruhan adalah orang dewasa. Hasil penyelidikan menunjukkan umur terendah adalah 21 tahun dan tertinggi umur 45  tahun.

2.Distribusi kasus menurut waktu.

Hasil wawancara diperoleh bahwa seorang penderita pertama yang mengalami gejala keracunan dengan selang  waktu 30 menit setelah mengkonsumsi AMIU selang  waktu  1,5 jam  kemudian 1 orang  lagi menyatakan keluhan mual dan sakit kepala dan berlanjut beberapa jam kemudian dengan keluhan sakit perut dan diare. Berdasarkan hal tersebut maka diperkirakan masa inkuibasi terpendek adalah 30 menit  jam dan masa inkubasi  terpanjang 8 jam Sedangkan  rata-rata diperkirakan 2 sampai 4  jam.

3.     Attack rate

Berdasarkan hasil penyelidikan penderita yang sakit adalah karena mengkonsumsi AMIU populasi beresiko adalah mereka yang mengkonsumsi AMIU tersebut yaitu sejumlah 7 orang, berdasarkan gambaran tersebut dapat diketahui bahwa angka  serangan kasus (Attack Rate/AR ) sebesar 85,7 %  tanpa kematian.

E.     Pembahasan

Kejadian Luar Biasa di  Posko PPLT Untad di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu terjadi pada mahasiswa peserta PPLT Untad di  Kelurahan Mamboro yang mengkomsumsi AMIU yang mereka beli di depot AMIU depan posko.  Berdasarkan kumpulan gejala klinis penderita dengan keluhan utama mual, sakit kepala, sakit perut  adalah merupakan gejala umum adanya kasus keracunan makanan yang diduga disebabkan oleh bakteri staphylococcus yang ada pada minuman  tersebut. Masa inkubasi yang diperoleh juga mengarahkan pada penyebab tertentu pula.

III.  Kesimpulan dan saran

Kesimpulan :

  1. Telah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan/minuman pada Posko PPLT Untad  di  Kelurahan Mamboro, Kecamatan  Palu Utara, Kota Palu dengan gejala utama mual, sakit kepala, sakit perut dan diare.
  2. Penderita keracunan terjadi pada orang dewasa, dengan jenis kelamin  perempuan.
  3. Keracunan makanan/minuman  terjadi diduga karena mengkonsumsi air munim isi ulang .

Saran

  1. Seksi Promkes mengadakan penyuluhan tentang air minum  bagi pemilik depot air minum isi ulang.
  2. Seksi Kesling dan PDL melakukan pengawasan berkala pada depot air minum isi ulang.***

*Oleh : Tim Investigasi

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: